Tentang Friction Log
✏️ Edit catatan ini.Friction log adalah sebuah cara untuk mengevaluasi sebuah produk, atau meluncurkan fitur baru. Tujuannya untuk merekam pengalaman dalam menggunakan fitur atau produk tersebut.
Friction log biasanya berdasarkan skenario nyata. Misalnya bagaimana proses deployment aplikasi Django di Heroku.
Biasanya setiap pengalaman yang didapat dikategorikan menjadi tiga jenis:
- Pengalaman yang menyenangkan dilambangkan dengan warna hijau 🟢
- Pengalaman yang kurang menyenangkan, membingungkan, atau bikin frustrasi dilambangkan dengan warna orange 🟠
- Pengalaman yang buruk dilambangkan dengan warna merah 🔴
Kegunaa Friction Log
Friction log dapat juga digunakan untuk proses onboarding anggota tim baru. Friction log sebaiknya dilakukan secara manual oleh manusia dan ditujukan untuk mendapatkan masukan secara mendetil bukan (hanya) untuk mencari bugs 🐛. Friction log juga dapat dibuat sembari membuat tutorial, demo, dan lain sebagainya.
Kapan Dibutuhkan Friction Log?
Friction log biasanya dibuat saat sebelum meluncurkan produk baru atau fitur baru. Juga bisa digunakan untuk memperkenalkan produk kepada anggota tim baru. Biasanya friction log juga dapat dibuat ketika ada komplain atau masukan dari pengguna yang dikirimkan melalui email, media sosial, atau media lainnya.
Setelah menulis Friction Log
Setelah friction log dibuat, kita bisa mendiskusikan hasilnya dengan tim produk, bagikan hasilnya dengan menulis blog dan sebagainya.
Contoh Friction Log
Saya sempat mencontohkan cara membuat friciton log dari awal di beberapa sesi livestreaming. Dan ternyata tanpa disadari saya juga sudah melakukan friction log beberapa kali walaupun belum didokumentasikan. Untungnya saya melakukannya di sesi livestreaming sehingga dapat diputar ulang dan dibuat dokumentasi tertulisnya.
Sesi Belajar Friction Log
Sesi Qore dan Next.js
Menjajal Fitur Baru KaryaKarsa
Referensi
- Friction Logs
- Friction logging 101 - Emma Iwao - YouTube
- Friction Logs for Product Teams: Live Example - YouTube
- frictionlog.com