Refleksi 2020

Refleksi 2020

📅 19 December, 2020 📗 6 minutes read, Edit on GitHub

Sebentar lagi 2020 akan segera berakhir. Mari review apa yang terjadi sepanjang 2020 di kehidupan profesional saya. Saya sarankan teman-teman juga melakukan hal yang sama agar mendapat insight menuju tahun yang akan datang.

Covid-19

2020 identik dengan Covid-19 atau virus Corona pastinya. Apa dampaknya terhadap hidup saya? Semuanya! Saya memang ada wacana ingin bekerja dari rumah, apalagi peran yang saya emban di HACKTIV8 dua tahun terakhir lebih banyak berpergian keluar kota. Tapi ngga gini juga :) Untuk bekerja dirumah butuh persiapan matang sebelum dieksekusi. Butuh ruangan tersendiri, koneksi yang mumpuni dan banyak lagi tentunya.

Ketika PSBB diterapkan di Jakarta saya sedang melakukan in-house training. Terpaksa tetap mengisi disaat awal dengan protokol kesehatan tentunya, namun akhirnya dua sesi terakhir dilakukan dirumah.

Dampak bagi HACKTIV8 secara umum? Luar biasa! Untuk coding bootcamp yang awalnya dilakukan secara offline terpaksa harus pivot menjadi online. Apalagi beberapa kampus tambahan sudah disiapkan. Diawal pandemi, peminat yang ingin ikut coding bootcamp sempat menurun drastis meskipun beberapa bulan kemudian peminatnya kembali dan bahkan meningkat jauh.

Syukur alhamdulillah transisi dari offline menuju online akhirnya berjalan cukup lancar, meskipun ada kendala disana-sini. Semakin menggembirakan karena akhirnya peminatnya semakin meningkat setiap bulannya.

Yang cukup menyedihkan buat saya pribadi adalah keharusan untuk melakukan proses layoff untuk menjaga buku kas tetap seimbang. Termasuk kehilangan beberapa sosok kunci :’( Ini adalah salah satu sisi yang tidak mengenakkan menjadi pemilik bisnis atau co-founder.

Untuk kehidupan saya pribadi bekerja dirumah memiliki kelebihan tersendiri. Punya lebih banyak waktu untuk keluarga, dan punya lebih banyak waktu untuk mengerjakan sesuatu. Sekarang saya punya waktu 1 sampai 1.5 jam tambahan karenta tidak harus menempuh macetnya Jakarta menuju ke kantor.

HACKTIV8 Berhasil Masuk dan Menyelesaikan Program Google for Startups Accelerator

Agak diluar ekspektasi karena tidak direncanakan sebelumnya, HACKTIV8 berhasil masuk ke program Google for Startups Accelerator atau GfSA South East Asia! Selama beberapa bulan tim HACKTIV8 akan mengikuti bootcamp yang diadakan secara online.

15gfsa v2

Saya sempat menceritakan tentang GfSA ini di podcast “Ngobrolin Startup dan Teknologi” bareng Imre Nagi. Sayang sekali kesempatan mengunjungi negeri Paman Sam sirna karena program akselerator kali ini diselenggarakan secara online.

Podcast Ceritanya Developer

Tahun 2020 ini menginjak tahun ketiga. Ditahun ketiga ini saya mendapat dukungan penuh dari deeptech untuk melanjutkan produksi podcast. Banyak perubahan signifikan yang terjadi mulai dari desain cover tiap episode, kualitas (terutama episode sebelum pandemi) dan durasi ditingkatkan menjadi 22 episode dalam setahun. Sedangkan sebelumnya setahun hanya delapan episode saja.

Pendengarnya pun meningkat secara signifikan, meningkat hingga 600%!. Terimakasih banyak untuk para pendengar setia dan para pendengar baru. Terimakasih juga untuk para narasumber yang sudah berbagi cerita dan inspirasi.

Podcast Hikayat Punggawa Teknologi

Selain podcast Ceritanya Developer, saya sempat diajak Mas Ariya Hidayat untuk membuat podcast baru. Salah satu tujuan dibuatnya podcast ini adalah untuk membuka cakrawala kita sebagai pengembang aplikasi untuk mendapatkan sumber inspirasi dari sosok punggawa teknologi. Disini fokusnya kepada sosok yang mungkin jarang terdengar di jagad internet, namun kontribusinya di dunia pemrograman tidak dapat diejawantahkan.

Baru berjalan tiga episode, sayangnya belum dapat dilanjutkan lagi karena jadwal Mas Ariya yang secara mendadak menjadi padat dan kita belum menemukan waktu yang pas, karena perbedaan zona waktu antara Indonesia dan California. Semakin sulit lagi karena formatnya adalah live radio podcast jadi ditayangkan secara live. Mungkin nanti kita bisa mengubah formatnya menjadi format rekaman sehingga waktu rekaman dapat lebih fleksibel.

Passive Income Melalui BuildWith Angga

Akhirnya saya berhasil mendapatkan kanal untuk passive income dengan membangun online course di BuildWith Angga. Sudah lama sebenarnya saya mencari kanal untuk mendapatkan passive income hanya saja belum begitu berhasil. Terimakasih kepada Angga Risky yang sudah memberikan kesempatan kepada saya. Saya masih ingat banget ketika awalnya Angga ingin mengembangkan platform BuildWith Angga karena ketika itu kita sempat bertemu dan diskusi.

52011482 360952281297288 4255667014115868121 n

Total sudah ada tiga course sampai saat ini yang sudah dipublikasikan. Course pertama adalah SvelteJS Web Development yang dapat dipelajari secara gratis. Kemudian dilanjutkan dengan Front-End JavaScript Development: Web Donasi Online. Terakhir yang terbaru adalah Struktur Data dengan JavaScript dan beberapa lainnya sedang dalam proses pembuatan.

Mengaktifkan (kembali) Kanal Youtube

Terpantik dengan webinar yang diadakan bersama Angga, membuat saya ingin kembali mengaktifkan kembali kanal YouTube yang sempat terbengkalai. Format livestreaming dipilih murni karena untuk memudahkan dan tidak terlalu membutuhkan persiapan banyak. Terutama tidak membutuhkan proses editing yang lumayan butuh effort. Tapi ternyata format livestreaming memiliki keunikan tersendiri dapat berinteraksi langsung dengan penonton. Ternyata livestreaming ini ngangenin juga.

Di akhir 2020 ini saya berhasil melakukan 57 kali sesi livestreaming. Setiap sesinya dibentuk dalam format serial seperti: Sesi Belajar Elixir, Sesi Belajar Svelte, Sesi PWA dll. Bisa langsung dicek disini.

Sempat juga iseng validasi ide ke penonton, dan jadilah program mentorship. Dan setelah sesi livestreaming biasanya saya dan penonton setia biasanya nongkrong di server discord berikut. Silakan bergabung untuk diskusi bebas atau memberikan ide topik pembahasan, saran dan kritik membangun untuk sesi livestreaming.

Phoenix youtube thumbnail

Secara keseluruhan selama 2020, kanal youtube saya bertambah 1.062 subscribers, berhasil mendapatkan 26.912 views, 49 video rekaman dan 56 livestreaming dan mendapatkan total donasi Rp2.823.750 via KaryaKarsa dan Saweria.

Kanal youtube saya memang isinya beragam. Mulai dari livestreaming, cuplikan online course, podcast, dan lain-lain. Kanal youtube ini memang dibuat untuk tempat eksperimen saya, seperti yang saya ceritakan saat diundang pak Sandhika Galih di kanal youtube miliknya.


Target Belajar di 2020

Di 2020 saya menargetkan belajar (kembali) beberapa teknologi yang menarik buat saya. Sebenarnya bukan teknologi baru akan tetapi sudah lama tidak update dan hanya memantau dari kejauhan. Akhirnya ditahun 2020 ini saya berhasil memaksa diri untuk belajar Svelte (sekaligus membuat online course-nya), Phoenix LiveView, Progressive Web Apps dan GraphQL. Saya bisa memaksa diri untuk belajar salah satunya karena ‘harus’ melakukan sesi livestreaming. Sayangnya sesi livestreaming sangat tergantung dengan koneksi internet. Dan memasuki bulan Desember ini koneksi internet dirumah saya sering mengalami banyak kendala.

Preview 2021

Yang ingin dipelajari di 2021

Sebagaimana yang disarankan buku The Pragmatic Programmer, kita disarankan untuk mempelajari setidaknya satu bahasa pemrograman baru setiap tahunnya. Di 2021 saya ingin mempelajari setidaknya satu dari beberapa bahasa pemrograman baru berikut: Rust, atau OCaml/ReasonML. Sekaligus di 2021 saya ingin mempelajari lebih dalam tentang Elixir dan ingin membangun sesuatu dengan Elixir.

Melanjutkan Beberapa Online Course

Saya juga ingin melanjutkan beberapa online course berikutnya, diantaranya: Struktur Data, dan Algoritma Pemrograman. Selain itu saya berencana ingin membuat konten tentang proses dan bagaimana mempersiapkan coding interview. Format dan bentuknya seperti apa? Tunggu saja!

Lainnya

Saya ingin melanjutkan petualangan livestreaming sambil memikirkan cara yang lebih baik untuk memperbaiki koneksi internet. Saya juga ingin melakukan revamp web rizafahmi.com.

Penutup

Ternyata di tahun 2020 ini saya cukup produktif juga ya terutama dalam mengembangkan konten. Semoga produktifitas ini terus berlanjut di 2021. Bekerja dari rumah memang memiliki kelebihan terutama memiliki waktu luang lebih banyak. Saya ingin waktu luang digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat seperti lebih dekat dengan keluarga dan menghasilkan konten yang menarik untuk sama-sama kita pelajari.

Itu dia 2020 saya, bagaimana dengan teman-teman?!