Indonesia Butuh Lebih Banyak Developer Kan?!

Indonesia Butuh Lebih Banyak Developer Kan?!

📅 20 July, 2016 📗 2 minutes read, 👀 | Edit on GitHub

Industri teknologi terutama dunia startup di bidang teknologi sedang menjamur. Hal ini terbukti dengan munculnya “raksasa baru” seperti Tokopedia, Touchten, Traveloka, Qraved, Berrybenka dan teman-temannya. Dan ini baru gelombang awal dari pergerakan tech startup yang ada di negara kita. Akan muncul banyak perusahaan rintisan sejenis di lima hingga sepuluh tahun kedepan.

Ditambah lagi dengan gerakan 1000 startup yang memproyeksikan negara Indonesia akan memiliki 1000 startup di tahun 2020 mendatang. Gerakan yang diinisiasi oleh Kibar dan didukung oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika inilah yang akan mewujudkan visi Presiden kita untuk menjadikan Indonesia sebagai pemegang ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Hal ini merupakan kabar bahagia bagi para developer. Karena lapangan pekerjaan terbuka luas. Lowongan pekerjaan dibidang teknologi terbilang cukup banyak. Mulai dari lowongan yang sifatnya lokal hingga interlokal. Bahkan bajak-membajak talenta sempat bikin gempar.

Fenomena pembajakan karyawan ini salah satunya dilatarbelakangi oleh jumlah perusahaan yang terus bertambah sehingga persaingan semakin ketat, sementara sumber daya dengan keahlian yang dicari masih terbatas. Ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan ‘stok’ talenta yang tersedia menyebabkan fenomena bajak-membajak diatas.

Ditambah dengan fenomena jumlah lulusan universitas semakin banyak, namun jumlah pengangguran pun semakin banyak pula, bukan sebaliknya. Fenomena ini disebabkan salah satunya karena mayoritas lulusan bidang teknologi/komputer belum mampu memenuhi standar industri. Yang lebih mencengangkan lulusan atau calon lulusan IT saat ini tidak jarang yang tidak bisa coding!!

Reuters bulan Juni yang lalu merilis artikel yang menjelaskan bahwa kekurangan talenta di bidang teknologi membuat pertumbuhan teknologi dan startup teknologi di Indonesia menjadi terhambat.

Hacktiv8 sedang dalam misi untuk memperbanyak jumlah developer berkualitas dengan mengadakan rangkaian bootcamp bagi developer maupun yang berminat untuk menjadi developer. Hacktiv8 akan memproduksi talenta-talenta developer berkualitas untuk kemudian disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.

Saat ini Hacktiv8 memiliki tiga instruktur yang juga terlibat dalam pengembangan kurikulum. Tentu Hacktiv8 membutuhkan lebih banyak instruktur lagi untuk membantu mewujudkan misi ini. Bootcamp angkatan pertama akan segera dimulai 1 Agustus 2016 dengan jumlah peserta mencapai 20 orang. Angkatan kedua pun sudah dibuka pendaftarannya.

Pada akhirnya, ingin sekali saya melihat developer kita menjadi raja di negaranya sendiri.

Tertarik untuk bergabung bersama mengembangkan kurikulum dan menjadi instruktur? Mari berdiskusi lebih lanjut dan jangan ragu untuk menghubungi saya ya di [email protected].